h1

Pak SBY Pusing bareng KEJAGUNG

Agustus 27, 2009

Pasca pelimpahan berkas Antasari Azhar yang dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Agung, akan mempengaruhi statusnya sebagai Ketua KPK nonaktif. Namun terkait hal itu pemerintah masih menunggu surat dari Kejagung terkait status tersebut.
“Prosesnya itu harus ada surat dari kepolisian atau kejaksaan, hingga saat ini belum ada surat, baik dari kepolisian maupun Kejaksaan Agung tentang status terakhir Pak Antasari,” kata Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, di Kompleks Kantor Sekretariat Negara Jakarta, Rabu (26/8).
Karena itu, menurut dia, Keputusan Presiden terkait pemberhentian Antasari dari Ketua KPK akan dikeluarkan setelah ada surat resmi dari Kepolisian dan Kejaksaan Agung yang menyatakan status Antasari Azhar.
“Kalau kita hanya mendengar saja, tentu tak demikian proses kita membuat Keppres, selalu ada dasarnya,” ujarnya.
Terkait adanya usulan nama pengganti Antasari Azhar, Hatta mengatakan prosesnya harus melalui tim seleksi. “Tidak begitu saja diangkat,” katanya.
Sementara itu, Selasa 25 Agustus, berkas penyidikan dan barang bukti keterlibatan ketua non aktif KPK Antasari Azhar dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.
Dalam berkas penyidikan tersebut, polisi menjerat Antasari dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pasal 55 ayat 1 sebagai otak pembunuhan. Berdasarkan pasal itu, Antasari diancam dengan hukuman mati. Sesuai dengan ketentuan UU KPK, begitu Antasari berstatus terdakwa, dia harus diberhentikan dari jabatannya sebagai ketua KPK.
Kursi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi akan berkurang satu ketika Antasari Azhar dinyatakan diberhentikan secara tetap dari jabatannya sebagai Ketua KPK. Penggiat antikorupsi kemudian menyatakan kekosongan kursi itu tak perlu dipermasalahkan, karena empat pimpinan yang ada sekarang masih produktif dalam kinerja pemberantasan korupsi.
Presiden pun menolak wacana tersebut. Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, Denny Indrayana menegaskan pemerintah tetap patuh kepada aturan hukum yang berlaku dalam hal ini Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Korupsi.
“Undang-undang tersebut mengatakan, kekosongan pimpinan KPK harus segera diisi. Masak pemerintah mau melanggar Undang-undang?,” tukasnya.
Mengenai siapa yang pantas duduk sebagai pengganti Antasari, Denny belum mau berkomentar. “Ini bukan masalah utak-atik calon pimpinan KPK. Siapapun penggantinya itu akan dipilih lewat panitia seleksi,” jelas dia.
Berdasarkan Pasal 33 Undang-undang KPK, disebutkan bila terjadi kekosongan pimpinan KPK, maka Presiden harus mengajukan calon pimpinan pengganti. Kemudian pemerintah membentuk panitia seleksi yang terdiri dari unsur pemerintah dan masyarakat. “Setiap calon akan diseleksi dan mendapat tanggapan masyarakat sebelum dipilih. Jadi mudah-mudahan yang terbaik yang terpilih nantinya,” paparnya.
Seperti diketahui, Indonesian Corruption Watch (ICW) menolak proses penyeleksian pimpinan KPK yang baru di DPR. Menurut ICW, empat pimpinan KPK yang ada yakni, Bibit Samad Rianto, Chandra M. Hamzah, Haryono Umar dan Moch. Jasin terbilang produktif dalam upaya pemberantasan korupsi. Direktur Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada Zainal Arifin Mochtar juga sependapat dengan pernyataan ICW tersebut.
Anggota Komisi III DPR Gayus Lumbuun ketika dikonfirmasi wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, menyatakan penggantian Antasari bias segera dilakukan. Penggantinya bias Chandra Hamzah, Haryono Umar, Mochammad Jasin, dan Bibit Rianto, sama-sama memiliki track record yang baik.
“Empat orang akan tetap masuk dalam bursa ketua. Semua baik menurut saya, tidak ada keberpihakan,” ungkap Gayus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kuliah Gratis.!!! Mau.???

    kuliah_gratis_layer-1-copy

  • RSS My Campus – Bogor EduCARE

  • Page Rank Saya

    Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
  • Lencanaku

  • Meta

  • %d blogger menyukai ini: