h1

Parah Gila Pembunuh Malah Merokok Didepan Jasad KOrbad

Desember 22, 2009

SIDOARJO, KOMPAS.com — Perilaku Rahmad Sujoko (29) asal Johar Baru, Jakarta, terbilang aneh. Untuk memastikan korbannya tewas, tersangka merokok di depan jasad korban.

Itu dilakukannya sesaat seusai membunuh Iswanto (49), manajer distributor kacamata CV M-pro, di Jalan Blimbing II/41 Perum Pondok Candra, Desa Wadung Asri, Waru, Sidoarjo, Senin (7/12/2009). “Tersangka jengkel karena niatnya meminjam uang tidak dipenuhi korban,” kata Kapolwiltabes Surabaya Kombes Ike Edwin, didampingi Kapolres Sidoarjo AKBP M Iqbal, Minggu (20/12/2009).

Saat kejadian, tersangka sempat merokok selama 30 menit di depan mayat korban. Hal ini untuk memastikan korban sudah tewas atau belum setelah dipukul dengan gagang cangkul yang diambilnya dari belakang rumah. Begitu tahu korban sudah tidak bernapas, Rahmad pergi sambil mengunci pintu rumah dari luar.

Sebelum memukul korbannya sebanyak tujuh kali, dia sempat menodongkan pisau dapur. Dengan ancaman itu, Rahmad yang pernah menjadi anak buah Iswanto pada 2008 itu mengikat tangan dan kaki korban dengan lakban. Tersangka kesal karena niatnya meminjam uang Rp 3 juta tidak dipenuhi, dengan alasan tidak punya uang karena sudah dikirim kepada keluarga di kampung halamannya. “Setelah itu, tersangka masuk kamar dan mengambil dua kartu ATM di dalam dompet korban,” papar Ike Edwin.

Dalam kondisi tangan dan kaki terlakban, korban pun memberi tahu nomor pin dua ATM bank tersebut. Begitu nomor pin didapat, tersangka Rahmad lalu meminta korban merebahkan diri di lantai. Dalam posisi tidur inilah, dia menghabisi korban dengan memukulkan gagang cangkul sebanyak tujuh kali.

Seusai membunuh, dia lalu menguras uang Iswanto Rp 10 juta. Setidaknya hampir 10 kali dia mendatangi dua mesin ATM di beberapa lokasi berbeda, di antaranya dari mesin ATM di Giant Maspion Square, Margorejo, Surabaya. Saat kejadian, tersangka memang kontrak rumah di Jalan Margorejo, Surabaya. Dari sinilah identitasnya terkuak.

Setelah mengantongi print out pengambilan uang korban, polisi pun mencocokkan tanggal pengambilan uang dengan rekaman CCTV di beberapa mesin ATM. Hasilnya, tersangka tampak terekam keluar dari mesin ATM di Giant Margorejo. Meski hanya berdurasi tak lebih dari satu menit, wajah tersangka terekam jelas dalam rekaman CCTV itu. “Kami lalu membekuk tersangka di rumah kontrakannya,” tutur Iqbal.

Sebelum dibekuk polisi, tersangka sempat ketakutan dengan berusaha menghilangkan barang bukti. Pakaian yang dikenakan saat mengambil uang di ATM Giant Margorejo dibuangnya. Itu setelah tersangka diberi tahu satpam Giant jika dirinya dicari polisi karena terekam CCTV saat mengambil uang di ATM. Polisi akan menjerat tersangka dengan pasal berlapis. Sejumlah barang bukti juga disita, misalnya gagang cangkul dan sepeda motor tersangka. st3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kuliah Gratis.!!! Mau.???

    kuliah_gratis_layer-1-copy

  • RSS My Campus – Bogor EduCARE

  • Page Rank Saya

    Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
  • Lencanaku

  • Meta

  • %d blogger menyukai ini: